Resume Buku: Sejarah, Politik dan Ideologi Gerakan Buruh Indonesia dan Internasional

0
145

Judul                    : Sejarah, Politik dan Ideologi Gerakan Buruh Indonesia dan Internasional
Penyusun             : Agustinus Santoso dan Sumarto
Tanggal Terbit      : Juni 2016
Penerbit                : Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI)
Tebal Halaman     : 237 hlm
buku-kasbiKongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) kali ini telah berhasil menerbitkan buku tentang perburuhan, yang ingin memberikan suatu informasi mengenai gerakan buruh di Indonesia dan dunia. Apa yang termuat dalam buku tersebut, ingin mengelaborasi peristiwa demi peristiwa mengenai serikat-serikat buruh dari masa ke masa.

Buku yang berjudu “Sejarah, Politik dan Ideologi Gerakan Buruh Indonesia dan Internasional”, juga memberikan analisis politik kaum buruh. Buku itu ingin mengajak para pembacanya menyadari bahwa kaum buruh berjuang bukan hanya pada perjuangan ekonominya saja, akan tetapi juga mengajak berfikir bahwa dibutuhkan pula gerakan politik dalam perjuangan buruh.

Sejarah panjang penjajahan terhadap kaum buruh dan kaum tani, telah dimulai sejak zaman feodal oleh raja-raja lokal di Nusantara dan diteruskan pada masa kolonilaisme. Perlawanan kelas pekerja yang pertamakali muncul di Indonesia ialah perlawanan yang berasal dari serikat pekerja perkeretaapian milik Belanda.

Serikat buruh semakin menunjukkan posisi tawar politiknya dalam suasana revolusi kemerdekaan, karena pada saat itu telah muncul Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV), yang besar akan massa pendukungnya serta memiliki aktivis-aktivis militan dan konsisten untuk memperjuangkan kepentingan kaum buruh. Solidaritas buruh Internasional dengan Indonesia juga banyak diceritakan didalam buku ini, seperti pada bagian buruh Australia yang membantu kemerdekaan Indonesia disaat detik-detik proklamasi.

Perjuangan kaum buruh adalah perjuangan yang harus dilakukan secara kolektif, meskipun pada sejarahnya perjuangan serikat-serikat terdahulu telah mengalami pasang surut, karena banyak serikat yang mengalami pembubaran ketika berhadapan dengan perusahaan ataupun negara.

Pada era globalisasi ini, kaum buruh harus lebih siap dan lebih matang lagi untuk menghadapi sistem penjajahan kapitalisme model baru, yaitu sistem neoliberalisme. Sistem tersebut mengesampingkan kedaulatan pekerjanya dan bahkan kedaulatan negara yang mereka hisap sumber daya alam dan manusianya. Oleh karena didalam sistem neoliberalisme kedaulatan tertinggi hanya dimiliki dan ditunjukkan kepada kaum pemilik modal saja.

Tipe-tipe borjuis yang dijelaskan didalam buku ini memang terbilang beragam, seperti borjuis komprador dan borjuis birokrasi. Borjuis komprador adalah orang-orang kaya karena menjadi tangan kanan untuk kepentingan pemodal asing, sedangkan golongan borjuis birokrasi adalah orang-orang yang menikmati kekayaan karena memiliki jabatan struktural dipemerintahan.

Di dalam buku ini digambarkan sebagaimana terjadinya polemik dan dinamika pergerakan politik dari kaum buruh, yang sebelumnya mendapatkan tanggapan yang pesismis dari beberapa elite politik. Karena menurut elite politik yang sedang berkuasa pada saat itu, serikat pekerja haruslah fokus membangun visi dan misi kekuatan serikat pekerjanya, bukan sibuk mencari kekuasaan.

Akan tetapi didalam buku ini juga menyadarkan bagaimana pentingnya kekuasaan politik untuk kaum buruh, sehingga ketika menjadi suatu partai dapat memberikan sumbangsih politiknya untuk menuju negara kesejahteraan.

Muda, berani, militan adalah slogan dari KASBI untuk menyadarkan pola pikir kaum buruh ke arah revolusioner. Berpikiran muda dan cermelang, berani mengatakan kebenaran untuk sesuatu yang diperjuangkan, militan di dalam melakukan aksi tuntutan. Sehingga kaum buruh tidak lembek untuk melawan kekuatan yang menindas mereka.

Tak banyak serikat buruh yang menuliskan berbagai perspektif dan pengalamannya dalam bentuk buku, sehingga buku ini layak untuk diapresiasi. Berbagai catatan dari KASBI yang cukup penting bagi buruh secara umum, bukan hanya bagi anggota dari KASBI. Buku ini tentu akan menjadi satu catatan sejarah penting dalam upaya serikat buruh menanamkan kesadaran dan membangun kekuatan politik buruh.

Ditulis oleh: Miftah Irfan  (kabarburuh.com)