KASBI Desak Pemerintah Hapus ”Perbudakan Modern”

0
49

Salah satu agenda aksi dalam memperingati Hari Buruh se-dunia (May Day) tahun ini, masih sama seperti yang diteriakkan kaum buruh beberapa tahun lalu, yakni mendesak pemerintah menghapuskan sistem alih daya alias outsourcing.

Menurut Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos, di Jakarta, Jumat (1/5), pihaknya dan seluruh elemen buruh lainnya meneriakkan hal tersebut karena outsourcing merupakan bagian dari sistem perbudakan pada era modern yang merugikan dan menindas buruh.

“Kalau dulu disebut kerja paksa, kalau sekarang ini kita sebut perbudakan modern. Perbudakan modern ini dengan istilah kerja kontrak (outsourcing) atau alih daya,” ungkap Nining saat dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis (30/4).

Selain itu, Nining juga mendesak pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) harus mampu mengendalikan berbagai harga di tengah berlangsungnya pasar bebas dunia. Pasalnya, buruh tidak bisa merasakan kenaikan upah jika harga-harga, terutama bahan kebutuhan pokok terus “meroket”.

“Karena setinggi apapun pendapatan kita, kemudian tidak ada pengendalian harga tidak berati apa-apa kan. Kita bisa lihat awal tahun dan akhir tahun ada kenaikan upah, tapi justru tidak mendongkrak naik daya beli buruh,” katanya.

Atas dasar itu, buruh kembali turun ke jalan pada peringatan Hari Buruh se-dunia tahun ini. Tujuannya, untuk mengingatkan pemerintah yang berkuasa saat ini, agar memperhatikan kepastian kerja dan kesejahteraan para buruh.

“Kaum buruh masih turun ke jalan untuk meningkatkan bahwa bagaimana memperjuangan rakyat menadapat kepastian kerja, rakyat mendapat upah yang layak, kemudian bagaiaman rakyat juga bisa menikmati SDA (Sumber Daya Alam),” kata Nining.

LEAVE A REPLY